This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Minggu, 20 Agustus 2017

BAB III ARSITEKTUR SISTEM TERDISTRIBUSI


Hasil gambar untuk Model-model sistem terdistribusi

Model-model sistem terdistribusi adalah sebagai berikut:

Model Client Server
Hasil gambar untuk Model Client Server
Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.
Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. perlu diingat batasan antara client dan server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan dapat diabaikan.• Client:
– Proses akses data
– Melakukan operasi pada komputer lain
• Server:
– Proses mengatur data
– Proses mengatur resources
– Proses komputasi
• Interaksi:
– Invocation/result


Model Multiple Server
Hasil gambar untuk Model Multiple Server

• Service disediakan oleh beberapa server
• Contoh:
– Sebuah situs yang jalankan dibeberapa server
• Server menggunakan replikasi atau database terdistribusi


Model Proxy Server

Hasil gambar untuk Model Proxy Server
Proxy server menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain. Biasa nya proxy server di pakai untuk menyimpan hasil copy web resources. Ketika client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server. Proxy server dapat diletakkan pada setiap client atau dapat di pakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.



• Proxy server membuat duplikasi beberapa server yang diakses oleh client
• Caching:
– Penyimpanan lokal untuk item yang sering diakses
– Meningkatkan kinerja
– Mengurangi beban pada server


• Contoh:
– Searching satu topik namun dilakukan dua kali maka searching terakhir memiliki waktu yang lebih kecil


Model Peer To Peer

Hasil gambar untuk Model Peer To Peer
Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Peer-to-peer merupakan model yang paling general dan fleksible.



Model Mobile Code
Hasil gambar untuk Model Mobile Code


• Kode yang berpindah dan dijalankan pada pc yang berbeda
• Contoh: Applet


Model Mobile Agent
Hasil gambar untuk Model Mobile Agent
• Sebuah program yang berpindah dari satu komputer ke komputer yang lain
• Melakukan perkerjaan otomatis
• Contoh:
– Untuk install dan pemeliharan software pada komputer sebuah organisasi


Source : https://ar4y4sh1k1.wordpress.com/2010/02/13/model-sistem-terdistribusi/

BAB II KOMUNIKASI DATA


Hasil gambar untuk Pengertian komunikasi data
Pengertian komunikasi data

Komunikasi data merupakan pertukaran data antara dua perangkat atau lebih melalui suatu media transmisi seperti kabel. Agar komunikasi data bisa terjadi, perangkat harus saling berkomunikasi atau saling terhubung menjadi sebuah bagian dari sistem komunikasi, perangkat tersebut terdiri kombinasi hardware dan software. Sistem komunikasi bisa berjalan dengan efektif tergantung dari empat karakteristik yang mendasar, yakni pengiriman, akurasi, ketepatan waktu dan jitter.

Karakteristik dasar komunikasi data

Sebagaimana yang dudah dijelaskan diatas, bahwa sistem komunikasi akan berjalan lancar tergantuk dari empat karakteristik dasar. Berikut karakter dasar komunikasi data:

Pengiriman – Sistem harus mengirimkan data ketempat yang dituju, lalu data harus diterima oleh user sesuai apa yang dikirim oleh pengirim.

Akurasi – Sebuah sistem harus memberikan data yang akurat. Jika data tidak akurat maka tidak dapat digunakan.

Ketepatan Waktu – Sebuah sistem harus mengirimkan data pada waktu yang tepat, jika pengirimannya telat maka data tidak bisa digunakan. Sebagai contoh pengiriman video atau audio, jika pengiriman waktunya tepat maka akan memberikan data yang sesuai dengan aslinya tanpa ada penundaan yang signifikan. Pengiriman semacam ini disebut pengiriman transmisi real time.

Jitter – Suatu keterlambatan yang tidak merata dalam suatu pengiriman paket video amaupun audio. Intinya jitter ini adalah variasi dari delay pertama dengan delay selanjutnya.

Komponen komunikasi data

Berikutnya kita akan membahas komponen dari komunikasi data, komunikasi data mempunyai lima komponen, yakni:

·         Pengirim – Suatu perangkat yang mengirimkan data.

·         Penerima – Suatu perangkat yang menerima data.

·         Data – Sebuah informasi yang dipindahkan dari pengirim ke penerima.

·         Media Pengiriman – Sebuah media yang digunakan untuk mengirimkan data tersebut.

·         Protokol – Sebuah aturan yang fungsinya menyesuaikan atau menyelaraskan hubungan.

Komunikasi data juga mempunyai fungsi dan tujuan, diantaranya:

·         Mengefisiensikan sebuah pengiriman data dalam jumlah yang besar tanpa suatu kesalahan.

·         Memungkinkan penggunaan sistem komputer & peralatan pendukungnya dari jauh.

·         Bisa mendukung manajemen dalam hal kontrol karena memungkinkan penggunaan sistem komputer secara terpusat ataupun tersebar.

·         Bisa digunakan untuk berkomunikasi bagi orang yang mempunyai lokasi geografi yang berlainan.

·         Mampu menyebarkan informasi dengan cepat.

Bentuk-bentuk komunikasi data

Selain karakteristik dan komponen, komunikasi data juga mempunyai bentuk, apa saja bentuk-bentuk komunikasi data, simak uraian berikut ini:

Offline Communication System – Merupakan sebuah sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi menuju pusat pengolah data namun data yang dikirim tidak langsung di proses ke CPU. Ada beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam komunikasi offline, diantaranya:

·         Terminal – I/O yang dipakai untuk mengirim dan menerima data jarak jauh yang menggunakan fasilitas telekomunikasi. Banyak macam jenis terminal ini misalnya: paper tape, disk drive dll.

·         Jalur Komunikasi – Sebuah fasilitas telekomunikasi yang sering dipakai, contohnya: telepon, telegraf dll.

·         Modem – Merupakan suatu alat yang mengubah data dari sistem kode digital kedalam kode analog atau sebaliknya.


Online Communication System – Pada sistem ini, data yang dikirimkan lewat terminal komputer dapat langsung diproses  oleh komputer pada saat kita membutuhkannya. Sistem komunikasi online ini antara lain dapat berupa:

·         Realtime System – Suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan kecepatan yang sangat tinggi.

·         Batch Processing – Suatu teknik pengolahan data dengan cara menumpuk data tsb lebih dulu lalu diatur pengelompokkan datanya dalam suatu kelompok yang dinamakan batch.

·         Time Sharing System – Teknik pemakaian atau penggunaan online sistem oleh beberapa user.

·         Distributed Data Processing System – Suatu sistem komputer interaktif yang terpancar secara geografis dan dihubungkan lewat jalur telekomunikasi, setiap komputer juga mampu memproses data secara mandiri dan memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan komputer yang lain dalam suatu sistem


BAB I PENGENALAN SISTEM TERDISTRIBUSI

Hasil gambar untuk Pengenalan Sistem Terdistribusi

Pengenalan Sistem Terdistribusi

Definisi Sitem Terdistribusi

Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung kesuatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer.

Dengan menjalankan sistem terdistribusi, komputer dapat melakukan : Koordinasi Aktifitas dan berbagi sumber daya: hardware, software dan data.

Contoh Sistem Terdistribusi

  • Sistem Telepon : ISDN, PSTN
  • Manajemen Jaringan: Adminstrasi sesumber jaringan
  • Network File System (NFS) : Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan
  • WWW : Arsitektur client/server yang diterapkan diatas Infrastruktur internet, Shared Resource (melaluiURL)

Keuntungan Sistem Terdistribusi

  • Performance
  • Distribution
  • Reliability (Fault tolerance)
  • Incremental Growth
  • Sharing Data/Resources

Kelemahan pada sistem terdistribusi adalah

  • Kesulitan dalam membangun perangkat lunak
  • Bahasa pemrogramman, sistem operasi dll.
  • Masalah Jaringan: merancang & mengimplementasikan sistem.
  • Masalah Keamanan: berbagidata/sumberdaya
  • Berkaitan dengan keamanan data dll.

Karakteristik Sistem Terdistribusi

Hal yang diperhatikan dalam membangun sistem terdistribusi:

  1. Transparency (Kejelasan)
  2. Communication (Komunikasi)
  3. Performance & Scalability (KinerjadanRuangLingkup)
  4. Heterogenity(Keanekaragaman)
  5. Opennes(Keterbukaan)
  6. Reliability dan Fault Tolerancy (Kehandalan danToleransi Kegagalan)
  7. Security (Kemanan)

Model dalam SistemTerdistribusi :

  1. Model Arsitektur(Architectural Models)
  2. Model Interaksi(Interaction Models)
  3. Model Kegagalan(Failure Models)

  1. Architectural Models

Cara kerja antar komponen sistem dan bagaimana komponen tsb berada pada sistem terdistribusi:

– Client -Server Model

– Proxy Server

– Peer processes ( peer to peer )

Client-Server Model

Model client-server biasanya berbasiskan protokol request/reply.

Contoh: Implementasi RPC (Remote Procedure Calling) danRMI (Remote Method Invocation) :

client mengirimkan request berupa pesan ke server untuk mengakses suatu service.

server menerima pesan tersebut dan mengeksekusi request client dan mereply hasil ke client

Proxy Server

menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang diatur oleh server lain dipakai untuk menyimpan hasil copy web resources.

Ketika client melakukan request kes erver, proxy server diperiksa apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server.

Diletakkan pada setiap client atau dapat dipakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.

Peer Process

Semua proses(object) mempunyai peranyang sama.Proses berinteraksi tanpa adanya perbedaan antara client dan server. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Merupakan model yang paling general dan fleksible.

  1. Interaction Models

dibagi menjadi dua bagian:

  • Synchronous distributed system
  • Asynchronous distributed system Synchronous Distributed System

Batas atas dan batas bawah waktu pengeksekusian dapat diset. Pesan yang dikirim, diterima dalam waktu yang sudah ditentukan. Fluktuasi ukuran antara waktu lokal berada dalam suatu batasan.

Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan synchronous distributed sistem:

  • terdapat satu waktu global
  • dapat memprediksi perilaku(waktu)
  • dimungkinkan dan aman untuk menggunakan mekanisme timeout dalam mendekteksi error atau kegagalan dalam proses atau komunikasi

Asynchronous Distributed System

  • Banyak sistem terdistribusi yang  menggunakan model interaksi ini(termasuk Internet)
  • Tidak ada batasan dalam waktu pengkeksekusian.
  • Tidak ada batasan dalam delay transmission (penundaan pengiriman)
  • Tidak ada batasan terhadap fluktuasi waktu local. Asynchronous system secara parktek lebih banyak digunakan.

  1. Failure Models

Kegagalan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana efek yang ditimbulkan?

  • Omission Faluires
  • Arbitary Failures
  • Timing Failures

Model Kegagalan (Failure Models) dibutuhkandalam membangun suatu sistem dengan prediksi terhadap kagagalan yang mungkin terjadi.

OmmisionFailures :

Ketika prosesor dan kanal komunikasi mengalami kegagalan untuk melakukan halyang seharusnya dilakukan.

Dikatakan tidak mempunyai ommision failures apabila:

  • Terjadi keterlambatan (delayed) tetapi akhirnya tetap tereksekusi.
  • Sebuah aksi dieksekusi walaupun terdapat kesalahan pada hasil.

Dengan synchronous system, ommision failures dapat dideteksi dengan timeouts.

ArbitaryFailures

kegagalan yang paling buruk dalam sistem.

Tahapan proses atau komunikasi diabaikan atau yang tidak diharapkan terjadi dieksekusi -> hasil yang diharapkan tidak terjadi atau megeluarkan hasil yang salah.

Timing Failures

Dapat terjadi pada synchronous system, dimana batas waktu diatur untuk eksekusi proses, komunikasi dan fluktuasi waktu.

Timing Failures terjadi apabila waktu yang telah ditentukan terlampaui.



Kamis, 10 Agustus 2017

PENGARUH PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI PADA ORGANISASI




Hasil gambar untuk Pengelolaan data terdistribusi

PENGARUH PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI PADA ORGANISASI

Tujuan utama PDT (Pengolahan Data Terdistribusi) adalah untuk meningkatkan dan memperluas penggunaan komputer bagi pemakai.
Pemakai (end user) diartikan sebagai orang yang pekerjaannya dibantu dengan komputer, misalnya akuntan, kepala toko, bank teller, ahli sains, manajer, para professional, atau staf kantor pusat.
PDT memberi fasilitas logika, penyimpanan data, ataupun komputasi yang dibawa langsung ke lokasi pemakainya.

Macam-macam pengaruh PDT pada organisasi :

    Departemen pemakai memiliki fasilitas komputer dan akses data yang lebih baik. Pengolahan data dapat online dengan waktu respon yang cukup cepat.
    Departemen pemakai bertanggung jawab dalam menggunakan komputer mereka.
    Pemasukan data dipindahkan ke departemen pemakai, sehingga mereka bertanggung jawab atas ketepatan datanya
Proses informasi fungsional dapat didistribusikan sedangkan yang strategi dipusatkan.
Manajemen fungsional lebih efisien dan bertanggung jawab untuk kegiatan masing-masing (tidak lagi mempersalahkan komputer yang jauh).
Manajemen strategi mempunyai logistik yang luas pada satu lokasi.
Kontrol strategi ketat pada persediaan manajemen kas dan fungsi.
Untuk kontrol strategi yang terpusat dan pendistribusian proses fungsional diperlukan reorganisasi perusahaan.
Departemen pengolahan data dan hubungannya dengan departemen lain merupakan faktor dalam restrukturisasi.
Manager departemen harus mampu dalam menggunakan komputer yang sekarang mudah tersedia bagi mereka.
Jaringan data tidak lagi dipengaruhi oleh jarak, sehingga pengolahan dapat secara nasional maupum multinasional.
Keterlibatan top manajemen penting dalam mengikuti perkembangan teknologi dan menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh PDT.

TUJUAN PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI

Gambar terkait

TUJUAN PENGOLAHAN DATA  TERDISTRIBUSI

Produktivitas Pemakai  Menyediakan teknik dan bahasa sehingga pemakai
•    dapat memberi hasil yang maksimum dalam
•    menggunakan sistem komputer.  Pengembangan aplikasi oleh kelompok pemakai
•    Menyediakan infrastruktur bagi kelompok pemakai
•    untuk mengembangkan aplikasinya secara mudah
•    dan fleksibel dengan pengontrolan untuk mencegah
•    masalah kompabilitas.  Dialog Terminal  Membuat terminal mudah digunakan dengan
•    struktur dialog yang menghasilkan intelegensia yang
•    terdistribusi.

KARAKTERISTIK BASIS DATA TERDISTRIBUSI


 Hasil gambar untuk sistem terdistribusi
KARAKTERISTIK BASIS DATA TERDISTRIBUSI

•    Kumpulan data yang digunakan bersama secara logic tersebar pada sejumlah computer yang berbeda.
•    Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi.
•    Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasi-aplikasi local secara otonom.
•    Data pada masing situs di bawah kendali satu DBMS.
•    Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global.

DEFINISI BASIS DATA TERDISTRIBUSI



DEFINISI BASIS DATA TERDISTRIBUSI

            Database yang disimpan pada beberapa komputer didistribusi dalam sebuah sistem terdistribusi melalui media komunikasi seperti high speed buses atau telepone line. Pada basis data terdistribusi (distributed database), data disimpan pada beberapa tempat (site), setiap tempat diatur dengan suatu DBMS (Database Management System)yang dapat berjalan secara independent


TIPE BASIS DATA TERDISTRIBUSI


Terdapat dua tipe basis data terdistribusi :
  1.      Homogen   :yaitu sistem dimana setiap tempat menjalankan tipe DBMS yang sama
  2.      Heterogen  : yaitu sistem dimana setiap tempat yang berbeda menjalankan DBMS yang berbeda, baik Relational DBMS (RDBMS) atau non relational DBMS.